Langsung ke konten utama

Vaksin Covid-19 Temuan Peneliti Oxford Inggris Siap Diproduksi Masal

JawaPos.com – Kandidat terkuat untuk vaksin Covid-19 temuan dari para peneliti Universitas Oxford, Inggris, siap diproduksi masal. Kepastian itu ditegaskan setelah tim melihat hasil yang menjanjikan dalam uji coba terhadap hewan yakni monyet. Dan diperkirakan akan diproduksi masal di India dalam beberapa bulan.

Serum Institute of India, pembuat vaksin terbesar di dunia berdasarkan volumenya, mengatakan pada Selasa (28/4) siap tahun ini untuk memproduksi hingga 60 juta dosis vaksin potensial yang dikembangkan oleh Universitas Oxford. Saat ini sedang dalam uji klinis di Inggris. Sejauh ini kandidat vaksin yang disebut ‘ChAdOx1 nCoV-19’ itu belum terbukti bekerja efektif melawan Covid-19 pada manusia.

“Kami memutuskan untuk mulai memproduksinya karena telah menunjukkan keberhasilan dalam uji coba pada hewan dan telah berkembang untuk menguji pada manusia,” kata Kepala Serum Institute of India, Adar Poonawalla, seperti dilansir dari AsiaOne, Kamis (30/4).

Menurut The New York Times, enam monyeta terpapar virus Korona jenis baru yang cukup parah. Namun, enam monyet tetap sehat setelah lebih dari 28 hari seperti yang dilakukan oleh peneliti Vincent Munster usai menerima vaksin dalam uji coba klinis.

“Mereka adalah sekelompok ilmuwan hebat di Oxford yang sangat berkualifikasi. Itu sebabnya kami mengatakan kami akan melakukan ini (produksi masal) dan itu sebabnya kami percaya diri,” kata Poonawalla kepada Reuters dalam wawancara telepon.

Sebanyak 100 jenis juga menjadi kandidat vaksin Covid-19 saat ini dan sedang dalam pengembangan oleh tim biotek penelitian di seluruh dunia. Poonawalla mengatakan dia berharap uji coba vaksin Oxford yang akan selesai sekitar September akan berhasil.

Ilmuwan Oxford mengatakan minggu lalu fokus utama dari tes awal adalah untuk memastikan tidak hanya apakah vaksin itu bekerja tetapi juga menginduksi respons imun yang baik, an melihat adakah efek sampingnya. Serum Institute of India yang dimiliki oleh Cyrus Poonawalla, berencana untuk membuat vaksin di dua pabriknya di kota Pune barat, yang bertujuan untuk memproduksi hingga 400 juta dosis tahun depan jika semuanya berjalan baik.

“Mayoritas vaksin, setidaknya pada awalnya, harus ada di negara kami sebelum diekspor ke luar negeri,” katanya.

Dia mengklaim kantor Perdana Menteri Narendra Modi terlibat dalam produksi vaksin dan perusahaan berharap pemerintah akan membantu mengurangi biaya pembuatannya. Selama sekitar lima bulan ke depan, pihaknya akan menghabiskan sekitar 300 juta hingga 400 juta Rupee untuk memproduksi sekitar 3-5 juta dosis per bulan.

Pihaknya juga telah bermitra dengan perusahaan bioteknologi AS Codagenix dan Themis Austria pada dua kandidat vaksin Covid-19 lainnya dan berencana untuk mengumumkan dalam beberapa minggu ke depan. Dewan Serum India pekan lalu juga setuju untuk berinvestasi sekitar 6 miliar Rupee untuk membuat unit manufaktur baru untuk memproduksi vaksin Coronavirus.

Saksikan video menarik berikut ini:

Sumber : https://ift.tt/2Wde8t0

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaftar Membludak, Prodi Pendidikan Dokter Masih Menjadi Favorit

JawaPos.com – Calon mahasiswa yang tidak diterima dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 mengalihkan pilihannya untuk belajar ke kampus swasta. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pendaftar di perguruan tinggi swasta (PTS) dibanyak tempat. Seperti yang terjadi di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Sejak minggu lalu, antrian pendaftar yang ingin masuk kampus yang berada di Jalan Sutorejo 59 cukup banyak. Mereka rata-rata adalah calon mahasiswa yang gagal lolos di jalur SBMPTN. Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) UM Surabaya Radius Setiyawan mengungkapkan setelah pengumuman jalur SBMPTN, jumlah pendaftar semakin tinggi. Hal tersebut membuat layanan penerimaan calon mahasiswa baru dalam 1 bulan kedepan akan buka setiap hari. Dari pukul 09.00 pagi sampai 15.00 sore. Pendaftaran bisa dilakukan dari rumah maupun langsung datang ke kampus. “Terhitung dari minggu lalu setelah pengumuman SBMPTN terjadi peningkatan pendaftar 5 ...

FOTO: Potret Kaisar Akihito dari Masa ke Masa

Putra Mahkota Akihito ketika ia berusia tiga bulan, Tokyo, Jepang, 23 Maret 1934. Akihito menjabat sebagai Kaisar Jepang selama 31 tahun. (JIJI PRESS/AFP) Kaisar Hirohito (tengah) berfoto bersama Putra Mahkota Akihito (dua kanan) dan saudara perempuannya Putri Shigeko dari Teru, Putri Atsuko dari Yori, dan Putri Kazuko dari Taka, foto ini diduga diambil pada tahun akhir 30-an atau awal 40-an. (AFP) Putra Mahkota Akihito berpose menunggang kuda di lokasi yang tidak diketahui pada tahun 50-an. Akihito secara sukarela mengundurkan dari sebagai Kaisar Jepang karena masalah kesehatan. (AFP) Putra Mahkota Akihito dan Putri Michiko Jepang bermain seluncur di Makomanai, Sapporo, Jepang, 10 Februari 1971. Akihito mengundurkan dari sebagai Kaisar Jepang dan menyerahkan takhta kepada anak laki-lakinya, Putra Mahkota Naruhito. (AFP) Kaisar Jepang Akihito (kanan) dan Permaisuri Michiko bermain tenis di resor pegunungan Karuizawa, Prefektur Nagano, Jepang, 27 Agustus 2013. Mundurnya Akihito...

Adu Mulut Melawan Victor Lindelof, Bruno Fernandes Berikan Penjelasan

JawaPos.com- Manchester United kembali gagal mendapatkan trofi musim ini. Harapan mereka untuk menjadi juara Liga Europa 2019-2020 kandas. Pada semifinal dini hari tadi WIB (17/8) di RheinEnergieStadion, Cologne, United kalah 1-2 di tangan Sevilla. Dengan hasil ini, United resmi puasa gelar selama tiga musim. Ini adalah periode terpanjang tanpa gelar Setan Merah sejak 1989. Bruno Fernandes membawa United unggul 1-0 lewat eksekusi penalti pada menit ke-9. Namun, Sevilla membalas dengan mencetak dua gol. Masing-masing lewat Suso pada menit ke-26 dan Luuk de Jong (78’). Nah, setelah De Jong mencetak gol itulah, suasana United sangat memanas. Fernandes terlihat beradu argumen dengan sangat keras dengan bek tengah United asal Swedia Victor Lindelof. Dalam siaran televisi terlihat bahwa kedua pemain saling menyalahkan atas lahirnya gol De Jong. Mereka sama-sama berteriak dengan ekspresi penuh dengan kemarahan. Walau begitu, menurut Fernandes, apa yang terjadi antara dirinya dan Lindelo...