JawaPos.com – PT LIB (Liga Indonesia Baru) selaku operator Liga 1 dan Liga 2 akhirnya membuka komunikasi soal kelanjutan kompetisi. Melalui surat resmi ’’korespondensi’’ yang dikirim Rabu malam (29/4), LIB meminta saran kepada klub peserta soal kelanjutan kompetisi. Apakah harus dihentikan atau dilanjutkan dengan beberapa opsi.
Direktur Utama LIB Cucu Somantri mengungkapkan, sejauh ini ada tiga hal yang jadi concern untuk memutuskan status kompetisi bagi LIB. Yang pertama adalah penetapan bencana non-alam oleh Presiden Joko Widodo pada 13 April lalu soal pandemi korona. Juga termasuk status darurat bencana yang ditetapkan BNPB.
Yang terakhir jadi pertimbangan adalah surat keputusan dari PSSI soal penundaan kompetisi. Sebagaimana diketahui, PSSI memutuskan untuk melakukan penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 hingga 29 Mei mendatang. Penundaan tersebut merupakan akibat mewabahnya virus korona di berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan tiga pertimbangan tersebut, LIB, lanjut Cucu, tidak ingin bergerak sendiri. Dia ingin berdiskusi lebih dulu dengan klub peserta soal kelanjutan kompetisi. Sebab, status kompetisi ke depan jadi pokok permasalahan utama yang dialami klub dan LIB saat ini. ’’Nantinya respons yang kami dapat akan dijadikan rujukan dalam mengambil langkah strategis untuk menentukan tindak lanjut kompetisi 2020,’’ paparnya.
Dia berharap klub segera memberikan saran. Sadar pandemi korona belum akan selesai, saran-saran dari klub tersebut bakal didiskusikan untuk diambil keputusan secepatnya. ’’Selambat-lambatnya saya tunggu sampai 1 Mei (hari ini),’’ ungkapnya.
Sejauh ini, soal kelanjutan kompetisi, klub peserta memang terbagi menjadi dua. Ada yang berharap Liga 1 tetap dilanjutkan dengan menunggu hasil keputusan BNPB selanjutnya, ada juga yang meminta kompetisi dihentikan.
Salah satu yang paling keras meminta kompetisi dilanjutkan adalah Persiraja Banda Aceh. Laskar Rencong selama ini jadi pihak yang berharap Liga 1 tidak dihentikan. Tetap diteruskan dengan melihat perkembangan pandemi korona.
Sekretaris Persiraja Rahmat Djailani yang selama ini keukeuh ingin kompetisi diteruskan enggan menjawab secara langsung surat dari LIB. Pihaknya masih akan berdiskusi dulu dengan Presiden Klub Nazaruddin Dekgam mengenai jawaban untuk LIB. ’’Kami masih akan rapat internal dulu,’’ paparnya.
Langkah yang sama juga dilakukan Persita Tangerang. Media Officer Persita Yetta Angelina menyatakan, pihaknya tidak mau berkomentar dulu ke media soal saran untuk LIB. ’’Suratnya (dari LIB) baru dirilis kan? Jadi masih akan kami jadikan bahan diskusi internal tim dulu. Mohon maaf,’’ ucapnya.
Sementara itu, Madura United justru tak ragu langsung memberikan saran untuk LIB. Melalui Direktur Tim Haruna Soemitro, manajemen klub kebanggaan Pulau Garam itu menegaskan tetap konsisten ingin Liga 1 musim ini dihentikan. ’’Shutdown 2020 dan restart di 2021,’’ tegasnya.
Tapi, usul itu juga dengan beberapa syarat. Salah satunya adalah status kompetisi dan segala kontrak bisnis yang sudah terjalin musim ini postpone di 2021. Artinya tetap sesuai dengan kesepakatan kontrak yang ada. ’’Tetap berlaku semuanya. Yang ada di 2020 berlaku di 2021,’’ terangnya.
Sumber : https://ift.tt/35kVSll
Komentar
Posting Komentar