Langsung ke konten utama

Pemkot Bekasi Siapkan Tilang Bagi Pengendara yang Bandel Melanggar PSBB

Liputan6.com, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi akan memperketat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua, menyusul masih banyaknya pelanggaran yang ditemukan, terutama dalam hal pemakaian masker saat PSBB pertama.

Pengetatan yang dimaksud, yaitu dengan menegur langsung pengendara atau masyarakat yang kedapatan berkeliaran tanpa menggunakan masker. Pelanggar juga siap-siap dikenakan sanksi sudah ditetapkan.

"PSBB kedua akan berbeda dari yang pertama. Kita akan perketat bagi yang tidak menggunakan masker. Pemerintah yang akan membuat teguran atau pembayaran khusus untuk hal ini," kata Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada Liputan6.com, Rabu (29/4/2020).

Ketua Satgas Darurat Penanggulangan Bencana Covid-19 itu mengatakan PSBB pertama yang berlangsung selama dua pekan (15-28 April 2020), mencatat banyak jenis pelanggaran yang jumlahnya mencapai ribuan. Petugas check point juga telah mendata pengendara yang melanggar selama PSBB pertama.

Bagi pengendara yang tetap membandel dan tidak mematuhi aturan selama PSBB kedua (29 April-12 Mei 2020), Tri menegaskan akan ada tindakan tegas dari petugas check point yang bersiaga.

"Kita akan buat surat tilang bagi pengendara yang masih belum patuh. Kita sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya untuk pembuatan sistemnya," ujar Tri.

Selain itu, lanjut Tri, penjagaan di titik-titik penyekatan juga akan dibuat lebih maksimal, dengan kerjasama dari 3 pilar. Baik masyarakat dari luar maupun Kota Bekasi yang melintas, akan dipantau dan diperiksa secara lebih detail oleh petugas saat PSBB kedua.

"Ketentuannya masih sama. Sepeda motor tidak boleh berboncengan, dan untuk roda empat diberlakukan dengan kursi roda kereta," ujarnya.

 

Patuhi Aturan

Oleh karena itu, Tri berharap masyarakat bisa mematuhi aturan yang berlaku selama PSBB tahap kedua, utamanya dalam hal pemakaian masker. Hal ini agar pelaksanaan PSBB bisa berjalan lebih optimal daripada sebelumnya.

"Dengan demikian dapat mencegah penyebaran virus dan mengakhiri pandemi Covid-19," tandasnya.

Pengawasan ketat juga dilakukan Satpol PP Kota Bekasi yang berkeliling ke setiap kelurahan, sambil membawa bambu. Petugas memantau masyarakat yang masih suka berkeliaran.

"Ini sebagai shock Terapy untuk masyarakat agar tidak lagi keluar rumah jika tidak berkepentingan," kata Kasatpol PP Pemkot Bekasi, Abi Hurairah.

Menurutnya, dengan masyarakat melihat Satpol PP bersenjatakan bambu, diharapkan dapat memicu keengganan masyarakat untuk keluar rumah. Dengan demikian, ruang lingkup virus Corona untuk berkembang biak akan semakin kecil.

"Jadi masyarakat kalau keluar rumah nantinya agak mikir," tandasnya.

Sumber : https://ift.tt/2KNgUzE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaftar Membludak, Prodi Pendidikan Dokter Masih Menjadi Favorit

JawaPos.com – Calon mahasiswa yang tidak diterima dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 mengalihkan pilihannya untuk belajar ke kampus swasta. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pendaftar di perguruan tinggi swasta (PTS) dibanyak tempat. Seperti yang terjadi di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Sejak minggu lalu, antrian pendaftar yang ingin masuk kampus yang berada di Jalan Sutorejo 59 cukup banyak. Mereka rata-rata adalah calon mahasiswa yang gagal lolos di jalur SBMPTN. Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) UM Surabaya Radius Setiyawan mengungkapkan setelah pengumuman jalur SBMPTN, jumlah pendaftar semakin tinggi. Hal tersebut membuat layanan penerimaan calon mahasiswa baru dalam 1 bulan kedepan akan buka setiap hari. Dari pukul 09.00 pagi sampai 15.00 sore. Pendaftaran bisa dilakukan dari rumah maupun langsung datang ke kampus. “Terhitung dari minggu lalu setelah pengumuman SBMPTN terjadi peningkatan pendaftar 5 ...

FOTO: Voli Putri Indonesia Takluk dari Vietnam

Pevoli putri Indonesia berusaha mengembalikan bola saat bertanding melawan Vitenam pada pertandingan babak semifinal peringkat 5-8 voli putri Asian Games 2018 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (31/8). Indonesia kalah 1-3. (Merdeka.com/Imam Buhori) Pevoli putri Vietnam berusaha mengumpan bola saat bertanding melawan Indonesia pada pertandingan babak semifinal peringkat 5-8 voli putri Asian Games 2018 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (31/8). Indonesia kalah 1-3. (Merdeka.com/Imam Buhori) Pevoli putri Indonesia Amalia Fajrina Nabila melepas bola ke tim voli Vietnam pada pertandingan babak semifinal peringkat 5-8 voli putri Asian Games 2018 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (31/8). Indonesia kalah 1-3. (Merdeka.com/Imam Buhori) Pevoli putri Indonesia berusaha mengumpan bola saat bertanding melawan Vietnam pada pertandingan babak semifinal peringkat 5-8 voli putri Asian Games 2018 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (31/8). Indonesia kalah 1-3. (Merdeka.com...

Bohemian Rhapsody, Kesepian Kronis Freddie Mercury

Liputan6.com, Jakarta Bohemian Rhapsody , salah satu lagu ikonis dalam industri musik, ternyata awalnya tidak disambut dengan hangat. Pihak label merasa lagu yang berdurasi enam menit ini, terlalu panjang untuk dijadikan sebuah single utama. Queen yang mencipatakan lagu eksperimental ini dengan sepenuh jiwa, memberontak. Freddie Mercury (Rami Malek) dkk telah mengambil keputusan bahwa Bohemian Rhapsody akan menjadi single utama album baru mereka, A Night at the Opera . Tak ada tawar menawar, ini adalah keputusan absolut. Queen lantas keluar dari label, dan berusaha mempromosikan lagu ini sendiri. Hanya saja, para pengamat musik merasa satu suara tentang lagu ini. Bohemian Rhapsody dinilai merupakan lagu yang kacau dan berantakan. Nyatanya, lagu ini menjadi hit, dan popularitasnya meroket. Kepingan sejarah perjalanan Queen ini, diselipkan dalam film Bohemian Rhapsody . Mulai dari saat mereka masih menyandang nama ‘Smile’ dan bermain di klub kecil, hingga penampilan akbar mereka di...