Langsung ke konten utama

5 Jenis Karantina Ini Bisa Cegah Penyebaran Virus Corona Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Dunia saat ini sedang menghadapi pandemi virus Corona Covid-19. Tak hanya pemerintah Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga ahli medis di dunia berjibaku melawan virus ini.

Menghadapi kondisi tersebut, rupanya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularan virus Corona Covid-19.

Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan karantina. Menurut WHO, karantina merupakan pembatasan kegiatan atau pemisahan orang yang tidak sakit, namun memiliki risiko terpapar agen atau penyakit menular.

Tujuan dilaksanakannya karantina adalah untuk memantau gejala dan mendeteksi penyakit sedini mungkin.

Dilansir dari WHO, karantina dapat dilakukan selama 14 hari sejak kali pertama seseorang terekspos dengan pasien Corona Covid-19.

Pemerintah Indonesia pun melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membuat protokol atau tata cara karantina.

Berikut 5 jenis karantina dan apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona Covid-19:

 

Karantina Rumah

foto: Facebook mane fotografavo adas
foto: Facebook mane fotografavo adas

Karantina di rumah merupakan upaya pencegahan penyebaran virus Corona dalam satu rumah beserta isinya yang terduga terjangkit Covid-19.

Upaya pembatasan penghuni terduga terinfeksi virus Corona merupakan salah satu langkah yang tepat agar masyarakat di luar terhindar dari penularannya.

Masyarakat lain tidak boleh berinteraksi atau bersentuhan dengan terduga terinfeksi virus Corona, bahkan dilarang memiliki kontak dengan barang yang digunakan oleh terduga terinfeksi virus ini.

Apabila masyarakat menjalani karantina rumah, hal yang bisa dilakukan untuk berkomunikasi dengan keluarga di luar adalah menggunakan telepon secara periodik guna mendapatkan dukungan dan bantuan. Karantina rumah dilakukan melalui isolasi diri.

 

Isolasi Diri

Ilustrasi Karantina. (Bola.com/Pixabay)
Ilustrasi Karantina. (Bola.com/Pixabay)

Isolasi diri dapat dilakukan dalam pantauan kesehatan diri sendiri dan menghindari kemungkinan penularan bagi orang sekitar, termasuk keluarga.

Segera laporkan kepada fasilitas kesehatan terdekat dengan kondisi kesehatan untuk mendapatkan informasi terkait isolasi diri.

10 hal yang dilakukan ketika isolasi diri:

1. Tinggal di rumah dan tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat.

2. Menggunakan kamar terpisah dari keluarga lain.

3. Jaga jarak dengan anggota keluarga minimal 1 meter.

4. Dianjurkan penggunaan masker selama isolasi diri.

5. Melakukan pengukuran suhu harian dan obervasi gejala klinis.

6. Hindari pemakaian bersama peralatan makan, peralatan mandi, dan linen atau sprei.

7. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

8. Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.

9. Jaga kebersihan menggunakan disinfektan.

10. Hubungi segera tenaga medis setempat jika mengalami perburukan gejala untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

 

Karantina Fasilitas Khusus

Petugas menyiapkan perlengkapan ruang isolasi Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2019). RS Darurat Penanganan COVID-19 hampir 100 persen rampung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Petugas menyiapkan perlengkapan ruang isolasi Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2019). RS Darurat Penanganan COVID-19 hampir 100 persen rampung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Karantina khusus merupakan karantina yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Karantina fasilitas khusus ini disediakan kepada orang yang memiliki gejala dan riwayat kontak dengan pasien yang positif virus Corona Covid-19.

Karantina fasilitas khusus akan diperuntukkan untuk ODP atau orang dalam pemantauan.

Yang dimaksud dengan karantina fasilitas khusus (FKK) sebagai berikut:

1. Karantina dilakukan di fasilitas yang dikelola oleh pihak berwenang, seperti Wisma Hotel, Asrama Haji, dan tempat yang difungsikan sebagai rumah sakit darurat Covid-19.

2. Diawasi oleh Lembaga atau Kementerian, Pemerintah Daerah setempat yang meliputi dari Dinkes, Puskesmas, Rumah Sakit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, POLRI, dan lain-lain.

3. Pembiayaan dilakukan oleh pemerintah dan sumber lain yang sah.

4. Penanggung jawab dilakukan oleh Kementerian, Lembaga, Gubernur, Wali Kota, atau Bupati.

 

Karantina Rumah Sakit

Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Karantina rumah sakit merupakan kegiatan pembatasan terduga terinfeksi virus Corona Covid-19 di rumah sakit dengan penanganan sedemikian rupa yang ditetapkan sesuai standar.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau konstaminasi.

 

Karantina Wilayah

Petugas memeriksa alat pendukung perawatan pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2019). RS Darurat Penanganan COVID-19 hampir 100 persen rampung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Petugas memeriksa alat pendukung perawatan pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2019). RS Darurat Penanganan COVID-19 hampir 100 persen rampung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pembatasan penduduk pada suatu wilayah yang termasuk wilayah pintu masuk dan beserta isinya.

Wilayah tersebut diduga sebagai daerah yang terinfeksi atau terkontaminasi virus Corona merupakan sebuah tindakan dan disebut dengan karantina wilayah.

Karantina wilayah akan dilakukan sebagai bentuk pencegahan kemungkinan penyebaran penyakit ini. Karantina akan sangat diperlukan pada daerah episenter.

Pimpinan daerah episenter akan bertanggungjawab untuk melarang masyarakat melakukan perjalanan keluar daerah episentrum.

Selain itu, pimpinan daerah yang belum menjadi daerah episenter akan memberikan informasi untuk melarang masyarakat agar tidak memasuki daerah episenter.

 

Reporter : Rakha Fahreza Widyananda

Sumber : Merdeka

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Sumber : https://ift.tt/33XFlDt

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaftar Membludak, Prodi Pendidikan Dokter Masih Menjadi Favorit

JawaPos.com – Calon mahasiswa yang tidak diterima dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 mengalihkan pilihannya untuk belajar ke kampus swasta. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pendaftar di perguruan tinggi swasta (PTS) dibanyak tempat. Seperti yang terjadi di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Sejak minggu lalu, antrian pendaftar yang ingin masuk kampus yang berada di Jalan Sutorejo 59 cukup banyak. Mereka rata-rata adalah calon mahasiswa yang gagal lolos di jalur SBMPTN. Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) UM Surabaya Radius Setiyawan mengungkapkan setelah pengumuman jalur SBMPTN, jumlah pendaftar semakin tinggi. Hal tersebut membuat layanan penerimaan calon mahasiswa baru dalam 1 bulan kedepan akan buka setiap hari. Dari pukul 09.00 pagi sampai 15.00 sore. Pendaftaran bisa dilakukan dari rumah maupun langsung datang ke kampus. “Terhitung dari minggu lalu setelah pengumuman SBMPTN terjadi peningkatan pendaftar 5 ...

FOTO: Potret Kaisar Akihito dari Masa ke Masa

Putra Mahkota Akihito ketika ia berusia tiga bulan, Tokyo, Jepang, 23 Maret 1934. Akihito menjabat sebagai Kaisar Jepang selama 31 tahun. (JIJI PRESS/AFP) Kaisar Hirohito (tengah) berfoto bersama Putra Mahkota Akihito (dua kanan) dan saudara perempuannya Putri Shigeko dari Teru, Putri Atsuko dari Yori, dan Putri Kazuko dari Taka, foto ini diduga diambil pada tahun akhir 30-an atau awal 40-an. (AFP) Putra Mahkota Akihito berpose menunggang kuda di lokasi yang tidak diketahui pada tahun 50-an. Akihito secara sukarela mengundurkan dari sebagai Kaisar Jepang karena masalah kesehatan. (AFP) Putra Mahkota Akihito dan Putri Michiko Jepang bermain seluncur di Makomanai, Sapporo, Jepang, 10 Februari 1971. Akihito mengundurkan dari sebagai Kaisar Jepang dan menyerahkan takhta kepada anak laki-lakinya, Putra Mahkota Naruhito. (AFP) Kaisar Jepang Akihito (kanan) dan Permaisuri Michiko bermain tenis di resor pegunungan Karuizawa, Prefektur Nagano, Jepang, 27 Agustus 2013. Mundurnya Akihito...

Adu Mulut Melawan Victor Lindelof, Bruno Fernandes Berikan Penjelasan

JawaPos.com- Manchester United kembali gagal mendapatkan trofi musim ini. Harapan mereka untuk menjadi juara Liga Europa 2019-2020 kandas. Pada semifinal dini hari tadi WIB (17/8) di RheinEnergieStadion, Cologne, United kalah 1-2 di tangan Sevilla. Dengan hasil ini, United resmi puasa gelar selama tiga musim. Ini adalah periode terpanjang tanpa gelar Setan Merah sejak 1989. Bruno Fernandes membawa United unggul 1-0 lewat eksekusi penalti pada menit ke-9. Namun, Sevilla membalas dengan mencetak dua gol. Masing-masing lewat Suso pada menit ke-26 dan Luuk de Jong (78’). Nah, setelah De Jong mencetak gol itulah, suasana United sangat memanas. Fernandes terlihat beradu argumen dengan sangat keras dengan bek tengah United asal Swedia Victor Lindelof. Dalam siaran televisi terlihat bahwa kedua pemain saling menyalahkan atas lahirnya gol De Jong. Mereka sama-sama berteriak dengan ekspresi penuh dengan kemarahan. Walau begitu, menurut Fernandes, apa yang terjadi antara dirinya dan Lindelo...