Langsung ke konten utama

Kebobolan 16 Gol, 3 Faktor Ini Bikin Real Madrid Kian Terpuruk

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid menjalani pramusim yang sangat buruk. Meski sukses mengalahkan Fenerbahce, skuat asuhan Zinedine Zidane lemah dalam pertahanan dengan kebobolan 16 gol di empat pertandingan.

Sebelum mengalahkan Fenerbahce, Kamis (1/8/2019) dini hari WIB, Real Madrid menderita tiga hasil negatif dan sekali imbang.

Pil paling pahit yang dirasakan Real Madrid adalah ketika dipermalukan rival satu kota Atletco. Mereka benar-benar tak berdaya menghadapi Diego Costa dan kawan-kawan sehingga kebobolan tujuh gol.

Berikut tiga alasan mengapa Real Madrid belum meyakinkan pada pramusim 2019/2020:

Kalah di Lini Tengah

Gelandang Real Madrid, Luca Modric berusaha mengontrol bola dari kawalan pemain Gremio, Michel saat bertanding di pertandingan final Piala Dunia Antarklub 2017 di stadion Zayed Sports City di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, (16/12). (AP Photo / Hassan Ammar)

Dalam lima tahun terakhir, lini tengah Real Madrid telah membedakan dirinya sebagai yang terbaik di planet ini. Casemiro, Luka Modric, dan Toni Kroos semuanya memainkan peran penting dalam membawa tiga trofi Liga Champions berturut-turut ke Bernabeu.

Namun, lini tengah terakhir Real Madrid yang tak bernoda telah mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Situasi ini terlihat sangat mencolok selama pramusim, dan pertandingan melawan Totttenham menjadi contoh terakhir.

Meski Casemiro, yang telah absen usai masa istirahat panjang, kembali lagi, itu hanya akan meningkatkan nasib Real Madrid sangat kecil. Posisi Kroos mungkin bisa saja diganti Paul Pogba dalam beberapa hari mendatang.

Serangan Tidak Efektif

Striker Real Madrid, Karim Benzema, melakukan selebrasi usai membobol gawang Eibar pada laga La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (6/4). Real Madrid menang 2-1 atas Eibar. (AP/Paul White)

Serangan Real Madrid sejauh ini belum meyakinkan, termasuk saat menderita kekalahan terakhir dari Tottenham. Tekanan Karim Benzema atau Eden Hazard jarang menyulitkan Hugo Lloris atau Paul Gazzaniga, yang mengawal gawang Spurs.

Statistik mengungkapkan bahwa Real Madrid hanya memiliki 22 tembakan, dan faktanya mengerikan, karena hanya dua yang tepat sasaran.

Intinya, dalam 90 menit, penjaga gawang Tottenham hanya melakukan dua penyelamatan dan ini adalah hasil yang buruk dari tim yang menyombongkan jasa Hazard, Benzema, dan Vinicius Jr.

Musim lalu, Real Madrid sangat menderita karena mereka tidak mencetak gol. Dan, ini jadi alasan mereka merekrut Hazard dan Luka Jovic.

Keseimbangan Tim

Karim Benzema. (AFP/Javier Soriano)

Sepanjang sejarah, Real Madrid telah mencapai kesuksesan luar biasa tanpa kerja tim yang jelas. Mereka lebih fokus dengan permainan individualistik.

Hal itu kembali terlihat di laga versus Spurs. Saat Real Madrid berjuang untuk menunjukkan kohesi dan keseimbangan tim, Tottenham adalah tim yang sangat unggul. Mereka bisa menentukan tempo permainan, sehingga membuat Real Madrid harus mengikuti gaya mereka.

Secara keseluruhan, Tottenham adalah tim yang lebih baik daripada Real Madrid. Dan, hasil akhirnya adalah refleksi yang adil dari pertandingan (meskipun Spurs sebenarnya bisa mendapatkan lebih banyak gol).

Sumber : https://ift.tt/2MvIrb9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaftar Membludak, Prodi Pendidikan Dokter Masih Menjadi Favorit

JawaPos.com – Calon mahasiswa yang tidak diterima dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 mengalihkan pilihannya untuk belajar ke kampus swasta. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pendaftar di perguruan tinggi swasta (PTS) dibanyak tempat. Seperti yang terjadi di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Sejak minggu lalu, antrian pendaftar yang ingin masuk kampus yang berada di Jalan Sutorejo 59 cukup banyak. Mereka rata-rata adalah calon mahasiswa yang gagal lolos di jalur SBMPTN. Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) UM Surabaya Radius Setiyawan mengungkapkan setelah pengumuman jalur SBMPTN, jumlah pendaftar semakin tinggi. Hal tersebut membuat layanan penerimaan calon mahasiswa baru dalam 1 bulan kedepan akan buka setiap hari. Dari pukul 09.00 pagi sampai 15.00 sore. Pendaftaran bisa dilakukan dari rumah maupun langsung datang ke kampus. “Terhitung dari minggu lalu setelah pengumuman SBMPTN terjadi peningkatan pendaftar 5 ...

FOTO: Potret Kaisar Akihito dari Masa ke Masa

Putra Mahkota Akihito ketika ia berusia tiga bulan, Tokyo, Jepang, 23 Maret 1934. Akihito menjabat sebagai Kaisar Jepang selama 31 tahun. (JIJI PRESS/AFP) Kaisar Hirohito (tengah) berfoto bersama Putra Mahkota Akihito (dua kanan) dan saudara perempuannya Putri Shigeko dari Teru, Putri Atsuko dari Yori, dan Putri Kazuko dari Taka, foto ini diduga diambil pada tahun akhir 30-an atau awal 40-an. (AFP) Putra Mahkota Akihito berpose menunggang kuda di lokasi yang tidak diketahui pada tahun 50-an. Akihito secara sukarela mengundurkan dari sebagai Kaisar Jepang karena masalah kesehatan. (AFP) Putra Mahkota Akihito dan Putri Michiko Jepang bermain seluncur di Makomanai, Sapporo, Jepang, 10 Februari 1971. Akihito mengundurkan dari sebagai Kaisar Jepang dan menyerahkan takhta kepada anak laki-lakinya, Putra Mahkota Naruhito. (AFP) Kaisar Jepang Akihito (kanan) dan Permaisuri Michiko bermain tenis di resor pegunungan Karuizawa, Prefektur Nagano, Jepang, 27 Agustus 2013. Mundurnya Akihito...

Adu Mulut Melawan Victor Lindelof, Bruno Fernandes Berikan Penjelasan

JawaPos.com- Manchester United kembali gagal mendapatkan trofi musim ini. Harapan mereka untuk menjadi juara Liga Europa 2019-2020 kandas. Pada semifinal dini hari tadi WIB (17/8) di RheinEnergieStadion, Cologne, United kalah 1-2 di tangan Sevilla. Dengan hasil ini, United resmi puasa gelar selama tiga musim. Ini adalah periode terpanjang tanpa gelar Setan Merah sejak 1989. Bruno Fernandes membawa United unggul 1-0 lewat eksekusi penalti pada menit ke-9. Namun, Sevilla membalas dengan mencetak dua gol. Masing-masing lewat Suso pada menit ke-26 dan Luuk de Jong (78’). Nah, setelah De Jong mencetak gol itulah, suasana United sangat memanas. Fernandes terlihat beradu argumen dengan sangat keras dengan bek tengah United asal Swedia Victor Lindelof. Dalam siaran televisi terlihat bahwa kedua pemain saling menyalahkan atas lahirnya gol De Jong. Mereka sama-sama berteriak dengan ekspresi penuh dengan kemarahan. Walau begitu, menurut Fernandes, apa yang terjadi antara dirinya dan Lindelo...